Perkuat Sinergi Perbatasan RI-Malaysia, Jenderal TNI dan TDM Bertemu di Nanga Badau

    Perkuat Sinergi Perbatasan RI-Malaysia, Jenderal TNI dan TDM Bertemu di Nanga Badau

    KAPUAS HULU - Nanga Badau, Kapuas Hulu menjadi saksi penguatan tali persaudaraan dan komitmen bersama antara dua negara tetangga. Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 3/AC menyambut hangat kehadiran Komandan Rejimen Renjer Diraja (RRD) 10, Leftenan Kolonel Mohd Nasirudin bin Ismail, di Pos Komando Taktis (Kotis) Nanga Badau. Kunjungan ini lebih dari sekadar pertemuan formal; ini adalah jembatan penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Diraja Malaysia (TDM), demi menjaga denyut nadi keamanan di sepanjang garis perbatasan kedua bangsa.

    Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, layaknya sahabat lama yang bertemu, kedua pimpinan satuan ini menyelami berbagai aspek krusial terkait koordinasi pengamanan wilayah. Diskusi mengalir lancar, mencakup pertukaran informasi vital dan strategi bersama untuk mengantisipasi setiap potensi ancaman yang mungkin mengintai. Saya membayangkan betapa pentingnya setiap kata yang terucap, demi memastikan ketenangan bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

    Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos, selaku Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonkov 3/AC, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah bukti nyata dari komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, ini adalah perayaan atas hubungan baik yang telah terjalin erat selama ini. “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai sarana memperkuat komunikasi dan kerja sama di lapangan, sehingga tercipta situasi perbatasan yang aman dan kondusif, ” ujarnya, dengan nada optimis yang terpancar jelas.

    Senada dengan itu, Leftenan Kolonel Mohd Nasirudin bin Ismail turut mengapresiasi keramahan yang ditunjukkan oleh Satgas Pamtas Yonkav 3/AC. Beliau menekankan betapa vitalnya hubungan erat antara kedua pasukan dalam menjaga stabilitas perbatasan dan meningkatkan sinergi yang telah terjalin baik. Pengalaman pribadi saya sebagai jurnalis seringkali memperlihatkan bahwa komunikasi yang terbuka adalah kunci utama keberhasilan dalam tugas-tugas sensitif seperti ini.

    Acara kunjungan kerja ini semakin berkesan dengan adanya sesi ramah tamah yang hangat, pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan abadi, serta peninjauan langsung fasilitas di Pos Kotis Nanga Badau. Diharapkan, melalui setiap jengkal kerja sama ini, sinergi antara TNI dan TDM akan semakin kokoh, menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan dengan profesionalisme dan sentuhan kemanusiaan.

    Dengan fondasi kerja sama yang kuat, impian akan wilayah perbatasan RI–Malaysia yang aman, damai, dan menjadi mercusuar persahabatan antar kedua negara, semakin terbuka lebar untuk diwujudkan.

    perbatasan tni tdm keamanan kerja sama militer
    andhaka

    andhaka

    Artikel Sebelumnya

    Zakat Prajurit Yonkav 3/AC: Kepedulian Sosial...

    Artikel Berikutnya

    Apel Siaga Gabungan Amankan Perbatasan Jelang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian Lebanon
    Sambut Peringatan HUT ke-80 TNI AU Tahun 2026, Lanud Sjamsudin Noor Adakan Pemeriksaan Mata Gratis
    Dorong Transisi Energi, Sugeng Suparwoto: Elektrifikasi Kendaraan dan Kompor Jadi Kunci
    Pelaku Penembakan Tito Karnavian Sewaktu Menjadi Kapolda Papua Berhasil Dilumpuhkan Satgas Ops Damai Cartenz
    UNIFIL Gelar Upacara Memorial untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Selatan

    Ikuti Kami